Setiap Pekerjaan Ada Balasannya Sesuai Kadarnya

Dengan menyebut Asma Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Tuhan semesta alam. Yang wajib untuk di ibadahi dengan rasa kesadaran dan dengan hati yang Ikhlas, saya minta perlindungan dan petunjuk, agar apa yang saya susun ini terhindar dari sifat dengki, hasud serta kebencian sehingga menjadi bermanfaat bagi saya, keluarga dan kedua orang tua saya. Serta bisa menjadi pelajaran bagi sesama muslim.

QS. Al-An'am Ayat 132
وَلِكُلٍّ دَرَجٰتٌ مِّمَّا عَمِلُوْاۗ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ

"Dan masing-masing orang ada tingkatannya, (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan."

Alhamdulillah Rabbil Alamien, Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah Saw, penutup para Nabi, Imam para Muttaqin dan pemimpin para Rasul. Dan kepada keluarga serta para sahabat beliau, Amma' ba'du.

QS. Ali 'Imran Ayat 163
هُمۡ دَرَجٰتٌ عِنۡدَ اللّٰهِ ‌ؕ وَاللّٰهُ بَصِيۡرٌۢ بِمَا يَعۡمَلُوۡنَ
Hum darajaatun 'indal laah; wallaahu basiirum bimaa ya'maluun
(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan).
Kedudukan mereka itu, yakni orang yang mengikuti keridaan Allah dan menghuni surga bertingkat-tingkat di sisi Allah, sesuai dengan tingkat ketakwaan mereka, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan, ucapkan, dan sembunyikan.
Segenap makhluk Allah yang tampak dibagi kepada 3 macam jenis, ialah jenis nabatat (tumbuh-tumbuhan), jenis hayawanat (binatang) dan jenis jamadat (benda-benda mati).
Jenis nabatat ialah jenis tumbuh-tumbuhan baik yang tumbuh pada tanah atau air maupun yang tumbuh di tempat-tempat lain, misalnya pada dahan atau batang-batang kayu. Jenis hayawanat ialah jenis makhluk yang hidup bernyawa. Jenis jamadat ialah selain dari jenis nabatat dan hayawanat. Makhluk jenis hayawanat ada yang untuk kepentingan hidupnya dikaruniai akal dan pengertian, misalnya manusia dan ada yang tidak ialah jenis nabatat. Manusia semestinya dengan mempergunakan akal pikiran dan pengertiannya dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk, antara yang bermanfaat dan yang mudarat.
Kemudian ia dapat memilih mana yang baik untuk kemaslahatan dirinya. Tetapi karena manusia itu juga diberi hawa nafsu, bila ia tidak pandai-pandai mengendalikannya, akan lebih banyak mengajak kepada keburukan dan kejahatan. Oleh karena itu jika manusia dalam mengarungi bahtera hidup dan kehidupannya tanpa pimpinan dan tuntunan seorang rasul, maka akan mengalami kekacauan, kerusakan dan kehancuran.

Hal ini telah dibuktikan oleh sejarah Nabi Adam. Artinya: setiap zaman fatrah (zaman vakum antara seorang rasul dengan rasul sesudahnya) manusia di bumi ini selalu mengalami kekacauan, keributan dan kehancuran, maka diutusnya seorang rasul adalah merupakan nikmat dan kebahagiaan bagi masyarakat manusia.
sumber: kemenag.go.id.

Semoga Allah SWT, selalu memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya, kepada kita. Sehingga kita termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk-Nya. Tiada manusia yang tak luput dari kekurangan, jika ada kekhilafan mohon nasehat serta teguran demi kebaikan bersama. Wassalam Sutikno Arie.


Komentar