Mahfudzot secara bahasa berasal dari kata hafidza – yahfadzu – hifdzan yang berarti "menjaga" atau "sesuatu yang terjaga". Mahfudzot juga dapat diartikan sebagai "kalimat yang dihafal".
Dalam buku Aku, Kau, dan Pesantren karya Cassiopeia dijelaskan bahwa mahfudzot merupakan sejenis kata-kata mutiara atau pepatah dalam bahasa Arab yang diserap dari nasihat Rasulullah, para sahabat, ataupun penyair. Isinya dapat berupa hikmah-hikmah, pelajaran hidup, serta peribahasa.
Kata-kata mutiara yang terkandung dalam mahfudzot dapat membuat pembaca atau pendengarnya termotivasi. Tak heran jika mafudzot dianjurkan untuk dihafal dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari
Di pesantren, pelajaran mahfudzot diajarkan untuk memperkenalkan peribahasa Arab dalam susunan-susunan kalimat (uslub) bahasa Arab yang indah kepada para santri dengan tujuan menanamkan falsafah-falsafah hidup.
Mengutip buku Mahfudzot karya Irham Hijriana dan M. Syahril Iskandar, mahfudzot berisi pesan-pesan yang membahas berbagai macam pelajaran hidup, termasuk mahfudzot tentang akhlak dan perilaku terhadap orang lain. Berikut kumpulan mahfudzot tentang akhlak yang bisa dihafal dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
آدَابُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ
Aadabul mar’I khoirun min dzahabihi
“Adab seseorang itu lebih berharga daripada emasnya.”
سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِي
Su’ul khulqi yu’di
“Kerusakan akhlak itu akan menular.”
خَيْرُ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً وَأَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Khoirunnaasi ahsanuhum khuluqon wa anfa’uhum linnaasi
“Sebaik-baik manusia itu, yang terlebih baik akhlaknya dan sebaik-baik manusia itu yang berguna bagi manusia.”
الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ
Arrifqu bid dho'if min khuluqis syarif
"Berlemah lembut kepada orang yang lemah itu, adalah suatu perangai orang yang mulia.”
اَ تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْئٍ مَزِيَّةٌ
Laa tahtaqir man duunaka falikulli syai'in maziinah
“Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada kamu, karena segala sesuatu itu mempunyai kelebihan.”
أَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ
Ashlih nafsaka yashluh lakan nass
“Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan baik padamu.”
الشَّرَفُ بِالأَدَبِ لاَ بِالنَّسَبِ
Ashhorofu bil adabi laa binnasabi
“Kemuliaan itu dengan adab kesopanan, (budi pekerti) bukan dengan keturunan.”
اَ تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْناً
Laa tahtaqir miskinan wa kun lahu mu'inan
“Jangan engkau menghina orang miskin, jadilah penolong baginya.”
مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ
Man yazro' yahmud
"Barang siapa menanam pasti akan memetik.”
مَنْ كَثُرَ إِحْسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
Man katsuro ihsaanuhu katsuro ikhwanuhu
“Barang siapa banyak perbuatan baiknya, banyak pulalah temannya.”
Semoga Allah SWT, selalu memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya, kepada kita umat Islam yang mau mengamalkan kebaikan kepada orang lain meskipun hanya sebesar zarrah. Wassalam Sutikno Arie.
Komentar
Posting Komentar