Membaca doa kafaratul majelis merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT, atas berlangsungnya suatu majelis dengan lancar. Doa ini sejatinya merupakan bentuk kesadaran umat muslim bahwa suatu majelis dapat berjalan lancar semata-mata hanya atas kehendak Allah SWT.
Lafadz dalam doa kafaratul majelis berisi pujian kepada Sang Maha Kuasa dan kesaksian bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah SWT. Selain itu, bagian akhir doa merupakan ungkapan permohonan ampun dan taubat seorang hamba kepada Allah SWT.
Adapun bacaan doa kafaratul majelis, yaitu:
سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ أشْهَدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ أنْتَ أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ
Subhânakallâhumma wa bihamdika asyhadu an-lâilâha illâ anta astaghfiruka wa atûbu ilaik.
"Maha Suci Engkau, ya Allah. Segala sanjungan untuk-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu."
Anjuran membaca doa kafaratul majelis ini didasarkan pada salah satu sabda Rasulullah yang berbunyi:
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
ما جَلسَ قومٌ مجلِسًا لم يذكُروا اللهَ فيهِ ولم يُصلُّوا على نبيِّهم إلَّا كان عليهم تِرةٌ فإنَّ شاءَ عذَّبَهم وإن شاءَ غفرَ لَهم
"Tidaklah suatu kaum duduk dalam satu majelis yang mana mereka lalai dari mengingat Allah di dalamnya dan tidak berselawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, kecuali kerugian dan penyesalan akan menimpa mereka di hari kiamat. Jika Allah berkehendak, maka Allah akan azab mereka. Dan jika Allah berkehendak, maka Allah akan ampuni mereka." (HR. At-Tirmidzi no. 3380). Sutikno Arie.
Komentar
Posting Komentar