Nabi Muhammad Saw, tiga tahun mengasingkan diri di gua Hira, dan turunnya Wahyu pertama, yaitu surat Al-Alaq 1-5, terjadi pada malam ke 17 ditengah kekusuannya dalam melakukan tohannus (kegiatan penarikan diri dari segala bentuk perbuatan dosa/pewaris tradisi nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad Saw melakukannya di gua Hira), Nabi didatangi malaikat Jibril.
Malaikat Jibril membawa Wahyu dari Allah SWT, seraya berkata "Iqro/bacalah" dengan terkejut dan ketakutan nabi Muhammad Saw, menjawab " Maa ana bi qoori/ aku tidak dapat membaca," malaikat lalu mendekapnya lagi dengan sangat kuat, kemudian melepaskannya seraya berkata "Iqro/bacalah," masih dalam ketakutan, Nabi Muhammad Saw, menjawab " Maa ana bi qoori/aku tidak dapat membaca," perintah tersebut diulang malaikat Jibril sampai tiga kali. Beliau masih dalam ketakutan, akhirnya nabi Muhammad Saw, menjawab " Maa dza aqro/apa yang akan aku baca," malaikat Jibril lalu berkata....
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ - ١
Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,"
خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ - ٢
Artinya: "Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah."
اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ - ٣
Artinya: "Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,"
الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ - ٤
Artinya: "Yang mengajar (manusia) dengan pena"
عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ - ٥
Artinya: "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
Demikianlah surat Al Alaq ayat 1-5 yang memiliki makna untuk bagaimana kita menjadi manusia yang lebih baik.
surat Al Alaq, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk mencari tahu siapa penciptanya dan memuliakannya dengan segala kemampuan. Dan manusia diwajibkan untuk senantiasa selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Nabi Muhammad Saw, kemudian membaca wahyu itu dengan bimbingan malaikat Jibril, setelah membacanya malaikat lalu pergi dari hadapan Nabi.
Sepulang dari gua Hira, Nabi Muhammad Saw, dipenuhi rasa takut dan gelisah, beliau menceritakan semua kejadian yang dialami kepada istrinya yang bernama Khadijah. Dalam hatinya Khadijah merasa yakin bahwa apa yang dialami suaminya adalah Wahyu dari Allah SWT. Iya meyakini bahwa suaminya adalah manusia pilihan yang diutus menjadi Nabi bagi umat manusia.
Setelah Wahyu yang pertama sempat terputus beberapa waktu, Muhammad tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Akhirnya turun Wahyu yang ke dua yang memerintahkan Nabi untuk berdakwah yaitu surat Al -Muddatstsiir ayat 1-7.
Ketika Rasulullah Saw, berjalan tiba-tiba ia mendengar suara dari langit, dan ia mendongak keatas, terlihat oleh beliau malaikat yang pernah mendatangi beliau di gua Hira. Dan Nabi pulang dalam keadaan ketakutan, beliau berkata kepada Khadijah " Selimuti aku! Selimuti aku! Selimuti aku!" Khadijah pun segera menyelimutinya. Tatkala sedang berselimut itulah, Allah SWT. Menurunkan firman-Nya, Surat al-Mudatstsir,ayat 1-7.
Kemudian sebagaimana disebutkan dalam hadits sahih Bukhari "setelah menerima wahyu, beliau memulai da'wah dengan sembunyi-sembunyi, beliau menyampaikan risalah barunya itu kepada keluarga serta kerabat terdekat dahulu.
Adapun orang yang pertama menyatakan keimanan adalah Khadijah (Istri Rasulullah Saw, sendiri), Ali bin abithalib (sepupu), Zaid bin Haritsah(seorang budak) kemudian menjadi anak angkat Nabi, dan Abu Bakar As-Sidiq (kawan karib Nabi). Mereka inilah didalam sejarah Islam dikenal dengan sebutan"As-Saabiquuna al-awwaluuna" (yang terdahulu dan yang pertama masuk Islam). Kemudian diikuti oleh yang lain, Usman bin Affan, Zubair bin awwam, Saad bin Abi waqas, Abdul Rahman bin auf, Thalhah bin Ubaidillah, Abu Ubaidillah bin jarrah dan Arqam bin Abi Al -arqam. Mereka inilah yang kemudian membantu Nabi dalam menyebarkan Islam meskipun masih dalam keadaan dengan secara sembunyi. Selama tiga tahun. Sampai turun ayat Al-Hijr ayat 94.
فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَاَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ
Terjemahan
Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik.
Tafsir Ringkas Kemenag RI
Wahai Nabi Muhammad, jangan kaupedulikan sikap dan tindakan kaum kafir itu terhadap Al-Qur’an. Maka sampaikanlah saja kepada mereka secara terang-terangan dan sungguh-sungguh.
Setelah itu Nabi Muhammad tidak lagi melakukan da'wah secara sembunyi melainkan dengan terang -terangan sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT.
Wallahu bissawab, semoga sedikit nukilan saya ini bisa menjadikan bertambahnya keimanan kita kepada Allah SWT. Dzat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala sesuatu hanya milik Allah, maka kepada -Nya kita akan kembali.
Wassalam
Sutikno Arie
Komentar
Posting Komentar