Sedekah Bisa Tanpa Biaya Harta


Dengan menyebut Asma Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Yang memberi kita segala nikmat jasmani dan rohani juga ilmu pengetahuan sehingga bisa membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar, karenanya kita menjadi orang yang beruntung. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw. Sebagai Nur Hidayah untuk semua umat manusia.
"Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, oleh karena itu janganlah engkau termasuk orang yang ragu-ragu (dalam menjalankan kebenaran dan kebaikan itu)." (QS. Ali Imran:60).
Dalam suatu majelis ada beberapa orang sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad Saw.
"Ya Rasulullah, orang-orang kaya pergi membawa pahala sedekah yang banyak. Mereka mengerjakan sholat sebagaimana Kami mengerjakannya dan berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Namun mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka."
Nabi Muhammad Saw, bersabda, Bukankah Allah SWT, telah menjadikan untukmu sesuatu yang dapat engkau sedekahkan? Sesungguhnya setiap (bacaan) Tasbih (Subhanallah) yang engkau ucapkan itu adalah sedekah, setiap Takbir (Allah Akbar) adalah sedekah, setiap Tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah dan setiap Tahlil (Laa Ilaha illallah) adalah sedekah dan memerintahkan yang mahruf adalah sedekah juga mencegah kemungkaran adalah sedekah."
Didalam hadist yang lain Juga menyebutkan, "Senyummu dihadapan saudaramu adalah sedekah, petunjukmu kepada orang yang tersesat jalan adalah sedekah."
Dengan demikian, sedekah dalam Islam memiliki dimensi yang sangat luas, mencakup semua amal kebaikan yang dilakukan oleh seseorang. Rasulullah bersabda," Kullu ma'rufin shodaqoh." (Setiap kebaikan adalah sedekah) HR.Ahmad.
Perspektif sedekah seperti ini memungkinkan orang-orang yang tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk berlomba -lomba atau ber- fastabiqul khairat  dalam amal sedekah dengan orang -orang yang memiliki kemampuan ekonomi.
Bahkan salah satunya pintu kelapangan dada serta terbukanya hati nurani adalah sedekah. Karena berbuat kebajikan akan membuat pelakunya diberi kecukupan oleh Allah Azza Wajalla, hatinya menjadi lapang,ceria, nuraninya bercahaya dan selalu dalam kondisi sejahtera.
Allah SWT, berfirman:
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِّنْ سَعَتِهٖۗ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهٗ فَلْيُنْفِقْ مِمَّآ اٰتٰىهُ

 اللّٰهُ ۗ لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا مَآ اٰتٰىهَاۗ سَيَجْعَلُ اللّٰهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًا 

"Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan. (QS.Al-Thalaq: 7).
Jangan kita anggap remeh sesuatu yang kita derma-kan, kita sedekahkan meskipun hanya sepiring nasi, seteguk air kepala orang yang membutuhkan. Karena bisa saja akan meringankan kegundahan, kegelisahan dan kesedihan di hati kita karena sedekah adalah obat yang hanya ada di apotik Islam , agama kita.

قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ وَيَقْدِرُ لَهٗ ۗوَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗ ۚوَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

Artinya: Katakanlah, “Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.” Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik. (QS,As-Saba:39).
Janganlah kita takut untuk bersedekah karena sesungguhnya bersedekah akan membuat kita bahagia.
Marilah kita bersama-sama mengamalkannya mengejawantahkan keindahan dan keagungan Islam dalam kehidupan sehari-hari yang nyata. Mudah-mudahan Allah SWT, senantiasa melimpahkan Rahmat dan Kasih sayang-Nya pada kita semuanya, begitu juga tulisan saya yang sedarhana ini bisa membawa manfaat bagi saya pribadi, keluarga serta saudara yang membacanya. Amien Ya Rabbal Alamien.

  Wassalam
Sutikno Arie 

Komentar